Browsing Category

Palembang

Palembang Wisata

Kemegahan Jembatan Ampera Palembang

Jembatan-Ampera (1)

Palembang merupakan kota terbesar kedua setelah medan, yang juga disebut sebagai salah satu pusat perkembangan sejarah budaya di Indonesia. Kota yang terkenal karena makanan khasnya yaitu Pempek terdapat salah satu tempat wisata yang menjadi primadona kota ini. Jembatan Ampera merupakan sebuah jembatan yang panjangnya mencapai 750 Km dengan lebar 500 Meter. Jembatan ini terletak di tengah-tengah kota Palembang, menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi.

sungaimusi

Daya tarik di tempat wisata ini ialah keindahan pada malam hari karena di waktu itulah jembatan ini selalu dihiasi dengan lampu-lampu yang warna-warni dan sangat terang serta memancar ke segala arah. Sorot lampu yang memancar itu tidak hanya menyamping, tetapi menjulang ke atas langit. Keindahan ini tampak lebih sempurna karena teknik pencahayaan yang digunakan ditata secara khusus, sehingga kemegahan jembatan ini semakin terlihat sempurna. Diatas Sungai Musi, pengunjung dapat lihat dengan cara segera rumah apung atau yang lebih populer dengan sebutan rumah sakit sebagai rumah khasnya Palembang. Lebih seru lagi, bila Anda datang ketika diadakannya festival air di Sungai Musi.

Umumnya acara yang di gelar yaitu perlombaan perahu, kontes hiasi perahu, serta perlombaan menyeberang sungai. Jembatan Ampera yang ada di dalam atau pusat kota serta jadi penghubung daerah Seberang Ilir serta Seberang Ulu. Ke-2 daerah ini dipisahkan oleh suatu sungai yang bernama Sungai Musi. Terkecuali kuliner khas Palembang yang sangatlah popular, Jembatan Ampera telah jadi ikon dari Kota Palembang. Jembatan ini mulai di bangun pada bln. April th. 1962 sesudah memperoleh kesepakatan dari Presiden Soekarno dengan cost di ambil dari pampasan perang Jepang.

ampera3

Jembatan ini dahulunya bernama Jembatan Bung Karno, nama ini diberikan untuk memberi penghargaan kepada beliau yang memperjuangkan keinginan masyarakat Palembang untuk menyatukan Seberang Ulu dengan Seberang Ilir. Pada saat itu, Jembatan Ampera merupakan jembatan terpanjang di Asia Tenggara. Penggantian nama Jembatan Bung Karno terjadi pada tahun 1966, saat terjadi pergolakan politik di Indonesia yang kemudian nama jembatan tersebut diganti menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).